Sunday, June 7, 2015

Adhi & Shelly - The Greatest Minang Wedding of June 2015

Adalah sebuah kebahagaan yang tiada tara, tak terungkapkan dengan kata bagi Bapak Jamal dan Ibu Ita tatkala menyaksikan anak semata wayang mereka, Adhy, duduk bersanding dua dengan sang istri cantik jelita, Shelly, di pelaminan. Sebagai wujud syukur, beliau berdua mengundang warga setempat, kelompok pengajian untuk hadir di acara adat Tepung Tawar & Malam Bainai, Babako dan Resepsi. Rangkaian acara adat berlangsung di rumah Bapak/Ibu Jamal Jl. Bogangin Baru Blok G-12 Surabaya dan Resepsi di Gedung megah Balai Kartika di kompleks Kodam V/Brawijaya, Surabaya.

Dari mata turun ke hati. Dua sejoli yang sudah mengikat janji untuk hidup bersama
sampai akhir hayat dikandung badan.

Rangkaian prosesi Tepung Tawar atau Malam Bainai.
Ritual Adat dalam suasana kegembiaan 
Sang Anak daro yng cantik jelita dan Marapulai yang tampan rupawan, bak pilang dibelah dua

Prosesi Adat menyambut kehadiran anak daro jo marapulai
pada saat Resepsi di Gedung Balai Kartika Kodam V/Brawijaya Surabaya

Sentuhan dekorasi dan rias busana oleh Sanggar Siti Nurbaya

Pimpinan dan seluruh crew Siti Nurbaya, Traditional and Moslem Weddng Services 
mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru untuk Adhy & Shelly

Read more…

Sunday, May 31, 2015

The Wedding of Ulfa & Didik

Ulfa, adalah seorang wanita yang demikian gigih untuk membangun kebahagiaan berumah tangga. Didukung oleh Ibunda tercinta, akhirnya Ulfa duduk bersanding dua dengan mas Didik, pria pilihan hatinya, di pelaminan yang terbentang megah di halaman rumahnya di daerah Tanjung Perak Surabaya. Hari bahagia dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti tarian selamat datang (pasambahan) oleh Penari Sanggar Siti Nurbaya, Hiburan Musik Minang, dan tak lupa Orkes Melayu. Ucapan doa dan selamat diberikan oleh sejawat, relasi, teman, tetangga dan ratusan undangan yang berdatangan. Ulfa, have a wonderful wedding ya?

Dalam balutan busana pengantin adat Minang nuansa warna ungu emas
anak daro dan marapulai tersenyum bahagia di depan pelaminan

Read more…

Saturday, May 23, 2015

The Wedding of Meuthia & Terri dalam Adat Aceh

Bagi Bapak dan Ibu Hasan Friyanto, menikahkan anak semata wayang mereka Meuthia adalah puncak dari kebahagiaan yang tiada tara. Anak yang satu akan menjadi dua dalam Ridho Allah SWT. Rangkaian acara memadukan adat dan budaya Aceh dengan Jawa. Acara pertama adalah midodaren yang digabung dengan acara Tepung Tawar. Acara kedua adalah akad nikah secara Islam di Masjid Nasional Al Akbar (MAS) dan puncaknya adalah Resepsi Pernikahan bertempat di Ruang Al Marwah MAS Surabaya.

Walau memadukan dua budaya, acara dapat terlaksana dengan santai, lancar penuh kekeluargaan. Malam pertama acara diawali dengan tradisi midodaren dari budaya Jawa. Usai midodaren, seluruh keluarga dan undangan dipersilahkan masuk kedalam rumah untuk mengikuti rangkaian acara tepung tawar, tradisi dari tanah Aceh Selatan. Untuk menonjolkan suasana Aceh, di rumah dipasang pelaminan kecil adat Aceh, sebagai latar belakang prosesi. 

Sementara itu Resepsi di ruang Al Marwah MAS sepenuhnya menggunakan adat Aceh mulai dari rias-busana pengantin berdua, kedua ortu, petugas buku tamu, para pasangan among tamu, penyanyi, MC termasuk penari yang membawakan tari Ranup Lampuan dan Saman. Di penghujung acara, kedua mempelai dan keluarga ikut berjoget bersama penuh kegembiraan. Have a great marriage Meuthia & Teri.

Suasana acara Midodaren


Sungkem atau sembah bakti kepada kedua orang tua
Sambutan kedatangan kedua mempelai dengan tari Ranup Lampuan


Add caption

Penampilan tari Saman dan suasana gembira dimana kedua pengantin ikut menari/berjoget





Read more…

Monday, May 18, 2015

Tips #1 Persiapan Pernikahan: Pilih Tempat (Venue)

Khusus untuk Resepsi di gedung (bukan di rumah), maka tahapan yang sebaiknya dilakukan dalam memilih venue adalah sbb:

Hitung jumlah tamu yang diundang. Untuk 500 undangan, maka yang hadir dihitung minimal 2 x lipat yaitu 1.000 orang.

1). Cari informasi tentang sejumlah venue yang kapasitasnya cocok, minimal untuk 1.000 orang. Jangan gedung yang terlalu besar atau terlalu kecil. Toleransinya sekitar 10%.

2). Pertimbangan lain adalah lokasi dan akses menuju ke lokasi tersebut, Tempat acara sebaiknya dapat ditemukan dengan mudah, Tidak perlu terlalu memperhitungkan jarak dari rumah calon pengantin ke gedung. Justru lebih penting mempertimbangkan jarak tempuh undangan ke gedung. Semakin dekat ke tempat undangan akan semakin baik. Jika lokasi undangan berpencar-pencar, usahakan cari lokasi yang agak di tengah.

3). Aspek lain adalah fasilitas dari gedung yang tentu saja akan mempengaruhi harga sewa gedung. fasilitas ini perlu dicatat dan dikonfirmasi, termasuk biaya sewa tambahan jam misalnya untuk acara akad nikah sebelum resepsi. Biasanya akan ada biaya tambahan karena pihak gedung perlu menyediakan layanan tambahan seperti AC hidup lebih awal, tenaga operator sound system.

4). Terakhir pilih gedung sesuai anggaran. Jika gedungnya sudah cocok dan masih ada sisa anggaran, maka gedung bisa di-upgrade seperti diberi dekorasi slayer di plafon dan keliling dinding, tambahan kembang, tambahan AC dll.

5). Ingat bahwa booking gedung sebaiknya 1 tahun, minimal 6 bulan sebelum hari-H. Sebagian besar gedung sudah dibooking, khususnya Sabtu malam dan Minggu siang. Bayar DP minimal untuk memastikan gedung yang dipilih tidak diambil orang lain.
Jika Anda tidak sempat atau kesulitan mencari gedung yang cocok, kami dari Sanggar Siti Nurbaya siap membantu karena kami sudah menjadi rekanan di hampir semua gedung di kota Surabaya seperti Graha Samudera, Balai Kartika, Graha ITS, BK3S, Dolog, Masjid Nasional Al Akbar, Empire Palace dan puluhan gedung lainnya. Hub. Telp/SMS/WA - Iwan - 0822.4534.2314

Read more…

Sunday, May 17, 2015

Pengantin Kembar Baralek Gadang di Sidoarjo

Hari Minggu, 17 Mei 2015 adalah hari yang paling membahagiakan sekalgus mengharukan bagi buya (panggilan untuk ustadz di ranah Minang) Dahyul Djamain. Di hari tersebut, beliau telah berhasil mengantarkan dua orang puteri beliau sekaligus ke jenjang pernikahan, Oja dan Pipit. Dua pasang pengantin duduk bersanding di pelaminan Minang, menerima ucapan selamat an doa dari undangan yang datang baik dari tetangga, keluarga dan keluarga besar Gebu Minang Jawa Timur. Have a wonderful merriage ya Oja dan Pipit? Semoga menjadi keluarga yang bahagia, sakinah mawaddah warohmah. Aamiin...
Buya Dahyul Jamain mengalungkan bunga melati kepada calon mempelai pria.

Prosesi ijab qobul langsung dilaksanakn oleh ayah
sebagaimana dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW.

Penyerahan Mas Kawin

Usai nikah, tersenyum bahagia sambil duduk bersanding dua di pelaminan 

Kedua pasangan pengantin diarak menuju ke tempat acara,
seperti tradisi mengarak anak daro jo marapulai di ranah Minang

Prosesi suguhan daun sirih di Carano

Kedua pasang pengantin berfoto bersama di pelaminan, penuh senyum bahagia

Buya Dahyul Jamain menemani tamu berfoto dengan mempelai kembar

Ekspresi bahagia kedua pengantin di depan kue pengantin
Pimpinan dan seluruh crew Sanggar Siti Nurbaya mengucapkan terima kasih 
kepada keluarga Buya Dahyul Djamain atas semua kepercayaannya kepada kami. 
Have a wonderful meriage to Oja & Pipit.

Read more…