Wednesday, March 21, 2007

Tari Piring, Tari Pergaulan Muda Mudi Melayu

Anda tentu pernah mendengar tentang Tari Piring atau Tari Lilin? Tari ini adalah salah satu tari klasik dari Ranah Minangkabau atau Sumatera Barat yang cukup terkenal di negeri ini. Sering ditampilkan dengan berbagai variasi, baik variasi gerakan, jumlah penari, variasi ataupun busana. Akan tetapi semuanya menggambarkan sebuah suasana pergaulan muda-mudi (zaman dahulu) yang bercengkrama, sambil bekerja di sawah.

Mereka mengolah dan mempersiapkan lahan sawah, lalu menanam padi, menyiangi dan sampai memanen (menyabit). Tidak hanya sampai disitu, kemudian dilanjutkan dengan memisahkan padi dari batangnya, membersihkan dan seterusnya sampai padi tersebut sampai di rumah dan disimpan di dalam lumbung (rangkiang).

Nuansa yang ditampilkan adalah suasana gembira karena 'ending' nya adalah panen yang berakhir sehingga semuanya senang dan merasa bersyukur.

Diiringi dengan musik tradisional Minang dengan suara talempong (alat musik pukul) yang cukup dominan memainkan melodi, menjadikan tari Piring ini sangat cocok ditampilkan baik pada saat Resepsi Pernikahan, Pembukaan atau Launching sebuah produk, Pameran atau Festival.

Sanggar Siti Nurbaya telah menampilkan tari ini lebih dari 50 kali di berbagai tempat dan kesempatan di Indonesia baik untuk acara sosial maupun komersil ( di televisi) dan untuk liputan media asing. Para penari Sanggar Siti Nurbaya yang sebagian besar berasal dari latar belakang Cak dan Ning Surabaya, menjadikan tampilan ini semakin rancak, karena disamping gerakan tari yang dinamis, juga didukung oleh para penari yang cantik jelita dan tampan rupawan.

Informasi lebih lanjut dan untuk 'appointment' dapat menghubungi kami di Jl. Kutilang No. 66 Perumahan Rewwin, Waru, Surabaya Telp. 031 -8665837 atau Flexi 031-70274401. Kami juga dapat dihubungi di Taman Budaya Propinsi Jawa Timur, Jl. Gentengkali 85 Surabaya setiap hari Selasa pukul 18.00 - 20.00 WIB.

Salam dari kami, anak negeri yang cinta budaya sendiri

0 comments: